Progres Pembangunan Jembatan TMMD Ke-130 Capai Tahap Akhir Pembesian, Siap Memasuki Proses Pengecoran

Advetorial12 Dilihat

Manokwari Selatan – Semangat dan kerja keras personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1808/Manokwari Selatan bersama masyarakat Kampung Yamboi terus membuahkan hasil positif. Pembangunan jembatan yang menjadi salah satu sasaran fisik utama program TMMD kini menunjukkan perkembangan signifikan. Setelah melalui berbagai tahapan pekerjaan, mulai dari penyiapan lokasi, pengerjaan pondasi, pemasangan bekisting hingga perakitan besi tulangan, pembangunan jembatan tersebut kini telah memasuki tahap persiapan akhir sebelum proses pengecoran. Manokwari Selatan, Sabtu (31/10/2026).

Terlihat di lokasi pembangunan, personel Satgas TMMD bersama masyarakat terus bekerja dengan penuh semangat menyelesaikan pemasangan dan pengikatan rangkaian besi tulangan pada badan jembatan. Pekerjaan ini menjadi salah satu tahapan penting untuk memastikan konstruksi jembatan memiliki kekuatan dan ketahanan sesuai dengan perencanaan teknis yang telah ditetapkan.

Meskipun dihadapkan dengan berbagai tantangan, mulai dari kondisi medan yang cukup sulit, keterbatasan sarana pendukung hingga kondisi cuaca yang tidak menentu, seluruh personel Satgas TMMD tetap menunjukkan dedikasi dan tanggung jawab yang tinggi dalam menyelesaikan pekerjaan. Kebersamaan dengan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pembangunan jembatan yang selama ini sangat diharapkan warga Kampung Yamboi.

Dansatgas TMMD ke-130 Kodim 1808/Mansel, Letkol Czi Sunandar Parius S., S.E., M.I.P., M.M., menegaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan wujud nyata pengabdian TNI kepada masyarakat, khususnya dalam membantu mengatasi kesulitan akses transportasi yang selama ini menjadi salah satu kendala aktivitas warga.

Menurutnya, memasuki tahapan pengecoran merupakan perkembangan penting dalam pelaksanaan pembangunan jembatan. Namun demikian, kualitas pekerjaan tetap menjadi prioritas utama agar hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Sebelum pengecoran dilaksanakan, personel Satgas TMMD akan memastikan seluruh rangkaian pembesian, kekuatan bekisting, serta kesiapan material dan peralatan pendukung telah memenuhi kebutuhan teknis. Hal tersebut dilakukan agar proses pengecoran nantinya dapat berjalan dengan lancar, aman, dan menghasilkan konstruksi jembatan yang kokoh.

Di sisi lain, antusiasme masyarakat Kampung Yamboi juga menjadi pemandangan yang membanggakan. Warga secara sukarela ikut membantu berbagai pekerjaan sesuai kemampuan masing-masing. Mereka menyadari bahwa jembatan yang sedang dibangun bukan sekadar infrastruktur penghubung, melainkan sarana penting yang akan mendukung kelancaran aktivitas sehari-hari, memperlancar mobilitas masyarakat serta membuka peluang peningkatan perekonomian kampung.

Bagi personel Satgas TMMD, setiap batang besi yang dirangkai dan setiap tetes keringat yang tercurah dalam pembangunan jembatan merupakan bagian dari pengabdian untuk mewujudkan harapan masyarakat. Jembatan ini bukan hanya dibangun untuk menghubungkan dua sisi jalan, tetapi juga menjadi simbol kuatnya hubungan antara TNI dan rakyat dalam membangun daerah.

Dengan semakin dekatnya proses pengecoran, harapan masyarakat untuk segera memiliki akses penghubung yang lebih baik kini semakin nyata. Satgas TMMD ke-130 Kodim 1808/Mansel berkomitmen untuk terus bekerja maksimal sehingga pembangunan jembatan dapat diselesaikan dengan hasil yang berkualitas dan memberikan manfaat berkelanjutan.

Melalui semangat gotong royong, kebersamaan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat, pembangunan jembatan di Kampung Yamboi diharapkan menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk terus berkarya dan menghadirkan perubahan positif bagi kehidupan masyarakat.

(Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *