Warga Keluhkan Limbah Dapur SPPG MBG Cikidang Kota, Pihak Pengelola Akui Belum Miliki IPAL Standar

MBG492 Dilihat

SUKABUMI – Operasional dapur di SPPG MBG (Satuan Pelayanan Program Gizi – Makan Bergizi Gratis) Cikidang Kota, Desa CikidangKecamatan Cikidang Sukabumi, menuai protes dari warga sekitar. Keluhan tersebut dipicu oleh pembuangan limbah sisa operasional dapur yang dinilai mencemari lingkungan dan menimbulkan bau tidak sedap.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan pengelola SPPG MBG Cikidang Kota mengakui bahwa fasilitas penyaluran limbah yang ada saat ini belum memenuhi standar Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang seharusnya.

Pengakuan Pihak Pengelola

Dalam keterangannya kepada awak media, pihak pengelola menyatakan tidak menampik adanya keluhan dari masyarakat. Ia menjelaskan bahwa saat ini pembuangan limbah hanya berupa bak penampungan sementara, tanpa melalui proses filtrasi yang memadai.

“Kami akui memang (IPAL) belum ada yang standar. Saat ini hanya berupa tampungan saja, sehingga warga melayangkan protes terkait bau dan aliran limbah tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa idealnya, sebuah dapur skala besar harus memiliki sistem IPAL yang melalui beberapa tahapan, di antaranya:

Proses penyaringan awal dan kedua.

Proses bakterisasi untuk mengurai zat berbahaya.

Radiasi UV untuk memastikan air yang dibuang ke lingkungan dalam kondisi bening, bersih, dan tidak berbau.

Langkah Koordinasi

Pihak pengelola menegaskan telah menyampaikan permasalahan ini kepada pihak Yayasan dan pimpinan di BGN (Badan Gizi Nasional). Saat ini, pihaknya sedang menunggu arahan dan instruksi lebih lanjut mengenai renovasi atau pembangunan fasilitas IPAL yang sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Sudah saya ajukan ke atasan, ke pimpinan saya di BGN. Responnya, mereka meminta waktu untuk persiapan perbaikan. Kami masih menunggu instruksi selanjutnya bagaimana teknis pelaksanaannya,” lanjutnya.

Meskipun kegiatan operasional dapur tetap berjalan, pihak pengelola berharap solusi teknis terkait limbah ini dapat segera terealisasi agar tidak lagi mengganggu kenyamanan warga sekitar dan tetap menjaga kelestarian lingkungan di area Cikidang.

Reporter: Fauzan Latif Adam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *