Viral Video Pisang Tak Layak di Menu Makan Bergizi Gratis Cikidang, Ini Klarifikasi Pihak Dapur

MBG871 Dilihat

­CIKIDANG – HAREWOS.COM Sebuah video yang memperlihatkan kondisi buah pisang yang diduga tidak layak konsumsi dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, mendadak viral di media sosial.

Video tersebut memicu beragam reaksi dan kekhawatiran dari kalangan orang tua murid.

Dalam video berdurasi singkat yang beredar luas di grup WhatsApp dan media sosial tersebut, tampak buah pisang yang disediakan sebagai pencuci mulut memiliki tampilan kulit yang menghitam dan kondisi daging buah yang dinilai netizen tidak segar atau tidak layak diberikan kepada anak-anak.

Menanggapi kegaduhan tersebut, pihak pengelola dapur penyedia menu Makan Bergizi Gratis di Kecamatan Cikidang segera memberikan klarifikasi untuk meluruskan situasi.

Klarifikasi Pihak Dapur: Faktor Kematangan dan Proses pengiriman

Perwakilan pihak dapur MBG Cikidang menyatakan bahwa ada kesalahpahaman terkait kondisi buah pisang yang terlihat di dalam video tersebut.

Menurut mereka, pisang yang disediakan sebenarnya dalam kondisi matang , yang secara alami sering kali memunculkan bercak hitam pada kulitnya.

“Kami memastikan bahwa seluruh bahan makanan yang kami olah dan distribusikan telah melalui proses sortir. Terkait buah pisang tersebut, itu adalah pisang jenis tertentu yang jika sudah matang sempurna, kulitnya memang cenderung cepat berubah warna menjadi kecokelatan atau hitam, namun daging buah di dalamnya lembek seperti yang beredar di vidio mungkin karena proses diperjalanan  dari dapur ke sekolah” ujar mitun perwakilan pihak dapur saat dikonfirmasi, Minggu (7/6).

Pihak dapur juga menambahkan beberapa poin penting terkait standar operasional prosedur (SOP) yang mereka jalankan:

Pemeriksaan Berkala: Setiap komoditas buah dan sayur yang masuk dari pengepul lokal selalu diperiksa tingkat kematangannya.

Kendala Distribusi: Faktor cuaca panas selama perjalanan distribusi dari dapur menuju sekolah-sekolah di pelosok Cikidang diakui turut mempercepat perubahan warna (oksidasi) pada kulit buah pisang.

Komitmen Evaluasi: Pihak dapur meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan berjanji akan lebih selektif lagi dalam memilih jenis pisang serta memperketat kontrol kualitas sebelum makanan didistribusikan.

Redaktur : Fauzan Latif Adam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *