JENEWA – HAREWOS.COM Indonesia kembali menegaskan komitmen dan dukungan penuhnya terhadap kemerdekaan serta kedaulatan Palestina di panggung internasional. Kali ini, aspirasi tersebut disuarakan langsung oleh salah satu delegasi Indonesia yang merupakan putra daerah asal Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Ujang Supriatin.
Pria yang akrab disapa Abah Ujang Guru tersebut menyampaikan pandangannya di sela-sela menghadiri rangkaian Sidang Konferensi Ketenagakerjaan Internasional (International Labour Conference/ILC) yang diselenggarakan oleh Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) di Jenewa.
Dalam video berdurasi singkat yang direkam langsung dengan latar belakang monumen ikonik Broken Chair, Abah Ujang Guru menegaskan bahwa posisi Indonesia sangat jelas dalam mendukung hak-hak bangsa Palestina.
“Palestina harus menjadi negara yang berdaulat, Palestina harus merdeka, dan Indonesia mendukung penuh hal tersebut,” ujar Abah Ujang Guru dalam rekaman video “1000438267.mp4”.
Beliau berharap forum ILC kali ini dapat melahirkan keputusan-keputusan yang sangat penting bagi masa depan Palestina, khususnya agar negara tersebut dapat diterima sebagai anggota penuh di dalam organisasi ILO maupun ILC.
Sidang Memanas, Diplomat Israel Diinterupsi dan Dikucilkan
Dukungan terhadap Palestina di forum tersebut nyatanya selaras dengan gelombang protes besar yang terjadi di dalam ruang sidang.
Situasi sempat memanas ketika diplomat Israel, Waleed G, naik untuk berbicara.
Berdasarkan rekaman video, ruang sidang langsung dipenuhi oleh aksi unjuk rasa dari para delegasi berbagai negara.
Mereka melakukan aksi pukul meja secara serentak dan melayangkan interupsi bertubi-tubi sebagai bentuk protes keras terhadap serangan Israel ke Palestina. Tidak hanya itu, salah seorang peserta sidang bahkan berdiri sambil mengibarkan bendera Palestina di tengah kerumunan.
Meski pimpinan sidang berkali-kali meminta ketertiban, aksi protes tersebut terus berlangsung dengan riuh hingga membuat diplomat Israel tersebut terdiam dan tidak dapat melanjutkan pidatonya. Peristiwa ini semakin menegaskan pengucilan terhadap posisi Israel di forum ketenagakerjaan dunia tersebut.
Melihat dinamika ini, Abah Ujang Guru menyatakan bahwa Indonesia akan terus bergerak menyatukan tekad bersama negara-negara lain yang memiliki visi sejalan untuk mengawal kedaulatan Palestina.
Perjuangan diplomasi ini diharapkan mampu memperkuat posisi tawar Palestina di tingkat internasional hingga bermuara pada keputusan resmi yang berkekuatan hukum di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Redaktur: Fauzan Latif Adam






