JAKARTA UTARA, Kamis (29/10/2026) — Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara menggelar pengajian rutin bulanan di Masjid Babusalam, Jalan Yos Sudarso No. 27–29, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Kamis (29/10/2026). Mengusung tema “Semangat Sumpah Pemuda dalam Membentuk ASN Berakhlak Menuju 5 Abad Jakarta”, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat akhlak, persatuan, serta sinergi ulama dan umaro dalam membangun Jakarta.
Pengajian dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko), Kantor Kementerian Agama Jakarta Utara, Ketua Dewan Kota, Dewan Pendidikan, BAZNAS BAZIS, FKDM, MUI, DMI, FKUB, LPTQ, LDII, NU, Muhammadiyah, Mathla’ul Anwar, Majelis Rasulullah, Forum Ulama Habaib, Parmusi, ICMI, Fahmi Tamimi, Badan Kontak Majelis Taklim, Forum Komunikasi Majelis Taklim serta Werdatama Jaya Jakarta Utara.
DPD LDII Jakarta Utara diwakili Wakil Ketua Ust. Gatot bersama Wakil Sekretaris Zulfa Nurul yang hadir memenuhi undangan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara.

Dalam sambutannya, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) H. Mukhlis menyampaikan permohonan maaf karena Wali Kota Jakarta Utara belum dapat hadir. Ia berharap pengajian tersebut diikuti dengan sungguh-sungguh agar memberikan pencerahan dan menjadi bekal dalam menjalankan tugas serta kehidupan sehari-hari.
Tausiyah disampaikan Drs. KH. Abdurrahman Sholeh, Pimpinan Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari Jakarta. Ia mengingatkan bahwa semangat Sumpah Pemuda tidak cukup sekadar dikenang sebagai ikrar sejarah, tetapi harus diwujudkan melalui persatuan, kesatuan, dan akhlak mulia.
Menurutnya, manusia dapat tergoda oleh harta, tahta, dan wanita. Karena itu, ilmu harus dicari secara berkelanjutan dengan istiqamah, sementara kekayaan dan kekuasaan hendaknya tidak mengalahkan nilai-nilai agama dan moral.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi ulama dan umaro dalam menjaga persatuan bangsa. ASN, sebagai pelayan masyarakat, diharapkan memiliki akhlak yang baik, memahami nilai-nilai agama, serta menjalankan amanah dengan tulus tanpa semata-mata berorientasi pada materi.
“Semangat Sumpah Pemuda harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari, dengan menjunjung persatuan, berbahasa satu Bahasa Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia, dan bertanah air satu Tanah Air Indonesia,” demikian pesan yang ditekankan dalam tausiyah tersebut.

Pengajian rutin bulanan ini juga memiliki peran penting dalam menanamkan keikhlasan dan keseimbangan spiritual bagi ASN. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi landasan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik agar semakin harmonis, humanis, dan penuh keberkahan.
Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang silaturahim untuk memperkuat kerukunan sosial di tengah keberagaman masyarakat Jakarta Utara. Kolaborasi pemerintah, ulama, dan tokoh lintas organisasi keagamaan diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif.
Bagi LDII Jakarta Utara, pengajian rutin bulanan ini juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah dan silaturahim antarelemen masyarakat. Melalui pertemuan yang berkesinambungan, para peserta dapat saling mengenal (ta’aruf), saling memahami (tafahum), saling membantu (ta’awun), dan saling menjamin dalam kebersamaan (takaful).
Semangat tersebut sejalan dengan komitmen membangun karakter profesional religius, memperkuat kerukunan, serta meningkatkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Dengan demikian, nilai-nilai Sumpah Pemuda dapat menjadi landasan moral dalam mewujudkan Jakarta yang semakin maju, harmonis, dan berakhlak menuju 5 Abad Jakarta pada 2027.












