SUKABUMI – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hasim Adnan, memberikan pesan mendalam dalam memperingati Hari Kartini tahun 2026.
Legislator dari Fraksi PKB ini menegaskan bahwa semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini harus terus diaktualisasikan dalam kebijakan nyata yang berpihak pada kaum perempuan.
Menurut Hasim, sosok Kartini di masa kini tidak hanya terbatas pada simbol emansipasi, melainkan menjadi penggerak utama dalam pemulihan ekonomi dan ketahanan keluarga, terutama di wilayah Jawa Barat.
“Hari Kartini bukan sekadar seremonial tahunan. Ini adalah momentum bagi kita semua, khususnya di jajaran legislatif, untuk memastikan bahwa akses pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi bagi perempuan terbuka seluas-luasnya tanpa diskriminasi,” ujar Hasim Adnan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/04).
Fokus pada Pemberdayaan Ekonomi
Hasim menyoroti peran strategis perempuan dalam sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ia mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk lebih masif memberikan pendampingan bagi kelompok usaha perempuan di pelosok desa, termasuk di wilayah Sukabumi.
“Banyak ‘Kartini Baru’ yang sedang berjuang di pasar-pasar tradisional, mengelola UMKM di rumah, hingga menjadi pendidik. Mereka adalah pilar ekonomi yang harus kita dukung melalui regulasi dan bantuan modal yang tepat sasaran,” tambahnya.
Pesan untuk Generasi Muda
Menutup pernyataannya, tokoh yang dikenal vokal menyuarakan aspirasi masyarakat ini mengajak generasi muda perempuan di Jawa Barat untuk tidak takut bermimpi tinggi.
“Habis gelap terbitlah terang. Pesan legendaris itu harus tetap menyala di hati perempuan Indonesia.
Jangan ragu untuk mengambil peran dalam kepemimpinan publik dan organisasi. Jawa Barat membutuhkan pemikiran-pemikiran cerdas dan empati dari kaum perempuan untuk membangun daerah,” pungkasnya.
Peringatan Hari Kartini tahun ini diharapkan menjadi titik balik bagi penguatan perlindungan hak-hak perempuan serta peningkatan partisipasi mereka dalam pembangunan di tingkat provinsi maupun daerah.
Penulis : Fauzan Latif Adam












