Jakarta, 19 Oktober 2026 – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berkomitmen mengatasi berbagai hambatan yang selama ini menekan usaha nelayan di Indonesia melalui program Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Juru Bicara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Ayu Rahmawati, mengungkapkan bahwa hadirnya KNMP dirancang untuk menjawab persoalan krusial nelayan, seperti akses BBM yang sulit, terbatasnya ketersediaan es serta penyimpanan dingin, hingga jangkauan pasar yang belum luas.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, pemerintah menyiapkan fasilitas yang terintegrasi secara lengkap dalam satu kawasan. Fasilitas tersebut mencakup Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), pabrik es, cold storage, dermaga, bengkel kapal, hingga fasilitas pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.
Integrasi rantai usaha yang lebih lengkap ini mendorong nelayan tidak hanya berfokus pada aktivitas menangkap ikan semata, tetapi juga mendapatkan dukungan nyata agar biaya operasional usaha menjadi lebih efisien. Selain itu, ketersediaan fasilitas penyimpanan dingin memastikan mutu hasil tangkapan tetap terjaga dengan baik sehingga nilai jual ikan di pasaran dapat meningkat secara signifikan.
“Dampaknya mulai terlihat. Sebanyak 65 KNMP tahap pertama telah beroperasi, sementara 35 lokasi tahap berikutnya telah mencapai progres 94,53% per 2 Oktober 2026,” ujar Ayu Rahmawati mengenai perkembangan fisik program tersebut di lapangan.
Ayu menambahkan bahwa di sinilah peran pemerintah hadir secara nyata untuk menyelesaikan hambatan yang selama ini tidak dapat diatasi oleh nelayan secara mandiri. Langkah strategis KKP ini mencakup perbaikan pada seluruh lini ekosistem perikanan, mulai dari kemudahan akses produksi, penyediaan sarana penyimpanan, hingga perluasan akses pemasaran secara berkelanjutan.










