Manfaat Ikan Nilem yang Ditebar Sekjen Partai Gerindra untuk Ekosistem Sungai

Berita13 Dilihat

Jakarta – Penebaran ikan nilem oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Sugiono dalam rangkaian Gerakan Aman Sehat Resik Indah (ASRI) gagasan Presiden Prabowo di kawasan Kali Pesanggrahan, Jakarta Selatan, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Ikan bernama ilmiah Osteochilus vittatus itu memiliki peran penting dalam membantu menjaga kebersihan dan keseimbangan ekosistem perairan darat.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gerakan ASRI yang dipimpin Sugiono bersama kader, Laskar Gerindra, dan jajaran DPC Partai Gerindra Jakarta Selatan, Minggu (20/9/2026).

Gerakan yang mengusung semangat Aman, Sehat, Resik, dan Indah itu juga diisi dengan penanaman pohon, kerja bakti memperindah taman, pengangkutan sampah dari sungai, pengecatan fasilitas umum, serta inspeksi Kali Pesanggrahan.

Ketua DPC Partai Gerindra Jakarta Selatan, Setyoko, menjelaskan ikan nilem dikenal sebagai salah satu jenis ikan air tawar yang memiliki kebiasaan memakan alga, lumut, fitoplankton, tumbuhan air, serta sisa bahan organik di dalam perairan.

“Dari informasi yang kami dapatkan ternyata karakter tersebut membuat ikan nilem kerap disebut sebagai “petugas kebersihan” alami sungai. Keberadaannya diharapkan memberikan manfaat ekologis bagi perairan, termasuk membantu mengendalikan pertumbuhan lumut dan alga,” kata Setyoko.

Sebagai ikan herbivora, nilem memanfaatkan tumbuhan air dan organisme kecil sebagai sumber makanan. Kebiasaan ini dapat membantu mengurangi pertumbuhan alga yang berlebihan di perairan.

Menurut Setyoko, pertumbuhan alga yang tidak terkendali berpotensi menutupi permukaan air, mendorong penumpukan lumpur, dan memengaruhi kadar oksigen di dalam sungai. Karena itu, keberadaan ikan pemakan tumbuhan seperti nilem menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keseimbangan alami perairan.

“Selain memakan lumut dan alga, ikan nilem juga mengonsumsi detritus berupa sisa bahan organik maupun serpihan daun yang membusuk di dasar perairan. Aktivitas tersebut dinilai dapat membantu mengurangi penumpukan sedimen organik dan menjaga kondisi air,” lanjunya.

Manfaat lain dari ikan nilem adalah perannya dalam rantai makanan. Ikan ini mampu mengubah materi tumbuhan dan alga menjadi protein tubuh.

“Dalam ekosistem sungai, nilem berukuran kecil hingga sedang juga dapat menjadi sumber makanan bagi sejumlah ikan predator lokal yang berukuran lebih besar,” paparnya.

Setyoko menambahkan, ikan nilem juga kerap dimanfaatkan dalam kegiatan penebaran kembali benih ikan atau restocking. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya memulihkan populasi ikan lokal di perairan yang mengalami penurunan kualitas ekosistem.

“Penebaran ikan nilem diharapkan dapat membantu memperkuat kembali keseimbangan ekosistem sungai sekaligus mengurangi dominasi ikan asing invasif yang berpotensi mengganggu kehidupan biota lokal,” harapnya.

Setyoko menambahkan bahwa Gerakan ASRI gagasan Presiden Prabowo ini tidak hanya berjalan hari ini di Jakarta tapi seluruh kader Partai Gerindra bergerak mengawal program ini dengan semangat gotong -royong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *