Harewos,Com, Sukabumi – Menjelang libur panjang Idulfitri 1447 Hijriah, Sukabumi kembali menata harapan. Di tengah semangat Mubarokah—keberkahan yang lahir dari kebersamaan dan kesiapan—Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi bergerak cepat merespons situasi. Peristiwa pergerakan tanah di Kecamatan Bantargadung sempat memunculkan kekhawatiran, namun tidak menyurutkan keyakinan bahwa sektor pariwisata akan tetap bergeliat dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menyadari bahwa bencana alam dapat memengaruhi psikologis calon wisatawan. Namun, ia tetap percaya bahwa dampaknya tidak akan terlalu besar terhadap pergerakan wisata secara keseluruhan.
“Kalau mempengaruhi, kalau kemudian orang berpikir ulang untuk datang ke lokasi wisata tentu juga ada dampaknya. Tapi kita punya keyakinan,” kata Ali, ungkapnya.
Semangat Mubarokah mengajarkan bahwa keberkahan hadir lewat keberagaman dan keterbukaan. Ali menjelaskan bahwa kekuatan pariwisata Sukabumi terletak pada penyebaran destinasi yang merata. Dari Palabuhanratu, Ujunggenteng, hingga wilayah tengah dan utara, wisatawan memiliki banyak pilihan alternatif jika satu jalur mengalami kendala. Ia juga mencontohkan kondisi jalan nasional di ruas Palabuhanratu–Sukabumi, tepatnya di Desa Pasirsuren, yang mengalami retakan. Meski demikian, akses masih bisa dilalui dengan kewaspadaan ekstra, jelasnya.
Dalam semangat Mubarokah, rasa aman bukan sekadar fasilitas, melainkan hak yang harus dijamin. Menghadapi musim kunjungan tertinggi saat libur Lebaran, Ali menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk menghadirkan rasa aman bagi wisatawan. Salah satu langkah yang disiapkan adalah penerbitan Surat Edaran Bupati terkait pengelolaan destinasi wisata.
“Aman itu adalah peace of mind. Itu kewajiban pengelola wisata untuk menghadirkan keamanan. Wisatawan juga punya hak untuk mendapatkan rasa aman,” kata Ali, tegasnya.
Keberkahan dalam Sukabumi Mubarokah juga berarti sinergi yang nyata. Ali menyampaikan bahwa koordinasi lintas instansi telah berjalan melalui skema Operasi Ketupat Lodaya. Dinas Pariwisata bersinergi dengan kepolisian, Dinas Perhubungan, dan Dinas Pekerjaan Umum untuk memastikan kelancaran arus menuju destinasi wisata.
“Semua pihak akan berada di dalamnya, termasuk kepolisian, Dishub, dan Dinas PU yang sekarang sedang berjibaku agar liburan yang di dalamnya pasti ada kegiatan wisata bisa berjalan dengan baik,” tandasnya.










